Harapan untuk kuliah
Tema
: Pentingnya Pendidikan
Pemeran
: Andi, Ayah wisnu, Wisnu, Ibu Guru Lia, wakil kepala sekolah Bapak Gatot,
Bambang, Ibu wisnu
Prolog:
Suatu hari pada jam istirahat pertama di SMA Islam Sultan
Agung 1 Semarang. Wisnu termenung di
salah satu meja baca perpustakaan. Ia tak menyadari bahwa kegelisahan tersebut
sejak tadi telah diperhatikan sahabatnya Andi.
Andi : “Hei, kenapa kamu kelihatan bersedih?” (menuju ke arah
wisnu sambil kebingungan)
Wisnu
: “Tidak apa apa kok.”
Andi : “Ayolah beritahu saja apa yang kau pikirkan,terus kalo
tidak apa apa kenapa wajahmu seperti bersedih?”
Wisnu : “Sebenarmya aku mempunyai masalah dengan orang tua ku yang
tidak mengizinkan ku untuk kuliah di Universitas yang aku inginkan.”
Andi
: “Lah, emang kamu mau daftar
dimana?”
Wisnu
: “Universitas Gajah Mada
Yogyakarta.”
Andi : “Lah, emang kenapa orang tua mu tidak mengizinkan mu?,
padahal bagus lo tujuan mu itu, lagian
itu universitas sudah termasuk paling bagus.”
Wisnu : “Ya, mungkin karena jauh aja dari Semarang, jadi tidak
dizinkan kuliah di sana.”
Andi :
“Wah, gimana ya?, bagaimana kalo kamu ceritakan semua tentang masalah dengan
orang tua mu itu.”
Setelah menceritakan semua permasalahanya, Wisnu sedikit
lega. Setidaknya ia bisa sedikit mengurangi beban dihatinya karena telah
bercerita dengan sahabatnya itu.
Andi
: “Begini aja Wis, kita konsultasikan kepada Ibu lia, mungkin saja bu Lia dapat
menyesaikan masalah mu ini.”
Wisnu : “Baiklah kalo begitu, tapi jam kedua setelah shalat dhuhur
saja ya di.”
Andi
: “Baiklah, ayo kita masuk ke
kelas!”
Andi dan Wisnu pun akhirnya menuju kelas mereka. Setelah jam
istirahat kedua selepas shalat dhuhur, mereka berdua pergi menuju ruang Ibu lia
yang merupakan guru bimbingan konseling di kelas mereka.
Andi : “Assalamualaikum.” (seraya
mengetuk pintu ruangan)
Ibu
lia : “Waalaikumsalam.wr.wb.
Silahkan masuk”
Andi : “Terima kasih bu. Ayo Wisnu, kita
masuk”
Wisnu : “Iya, Selamat siang bu.”
Ibu
lia : “Oh Andi dan Wisnu, ada apa
ini? Apa ada masalah?”
Andi :
“Oh iya bu, ada sesuatu hal yang ingin kami diskusikan. Kami yakin akan dapat
menemukan solusi terbaik jika masalah kami beritahu kepada Ibu Lia.”
Wisnu : “Iya bu, saya juga ingin pendapat ibu tentang masalah kami
berdua.”
Ibu
lia : “Memangnya ada masalah apa?”
Wisnu : “Jadi gini bu, saya kan ingin meneruskan kuliah di
Universitas Gajah Mada tetapi orang tua saya tidak menyetujui, jadi saya merasa
kecewa dan sangat sedih dengan keputusan orang tua saya.”
Andi :
“Saya sebagai teman nya juga sangat kecewa, padahal ibu tau kan kalau
Universitas Gajah Mada itu termasuk perguruan tinggi yang sangat terkenal dan
termasuk idaman semua orang.”
Ibu lia : “Mungkin orang tua nya tidak terlalu suka jika Wisnu harus
tinggal di Yogyakarta. Banyak kemungkinan yang dapat dipertimbangkan kembali,
misalkan bagaimana kedepan nya dia mengurus dirinya sendiri di Yogyakarta.
Tinggal di Yogyakarta itu tidak lah mudah wis. Ibu
menyarankan untuk mendiskusikan ini ke Pak Gatot, karena Pak Gatot lebih
berpengalaman dengan masalah ini.”
Wisnu : “Baiklah bu.”
Setelah mereka bergegas menuju ruang kepala sekolah untuk
mendiskusikan masalah ini. Setiba di ruang kepala sekolah Bu lia menyampaikan
perihal masalah yang di alami oleh Wisnu kepada Pak Gatot.
Bu lia : “Begitu pak, Inti permasalahannya adalah bahwa wisnu tidak
diizinkan orang tua nya untuk melanjutkan kuliah di UGM Yogyakarta, karena
terlalu jauh dari rumah.”
Pak Gatot : “Begini Bu lia,Sebenarnya saya ada solusi yang dapat menjawab persoalan
ini. Tapi sepertinya kita tidak memiliki
waktu yang cukup untuk membahas disini, Begini saja besok minggu kita
mengadakan kunjungan ke rumah Wisnu untuk menyelesaikan masalah ini. Bagaimana?”
Wisnu : “Kalau hari minggu gimana Pak, Bu?, karena orang tua saya
libur bekerja.”
Pak
Gatot : “Baiklah, Bagaimana dengan Bu
lia?”
Bu
lia : “Insya allah bisa pak, bagaimana
andi kamu ikut?
Andi
: “Ikut bu!”
Keesokan harinya di hari minggu pagi. Pak gatot, Bu Lia, dan
Andi pergi berkunjung ke rumah Wisnu. Setibanya di rumah Wisnu.
Andi
: “Assalamualaikum.” (sambil mengetuk pintu)
Wisnu:
“Waalaikumsalam, silahkan masuk andi, Pak Gatot, dan Bu Lia”
Andi, Pak Gatot dan Bu Lia pun masuk setelah Wisnu
membukakan pintu dan mempersilahkan masuk.
Pak
gatot : “Terima kasih Wisnu.”
Bu
lia : “ayah dan ibu kamu ada wis?”
Wisnu : “ada bu, sebentar saya panggilkan.”
Tak lama kemudian, ayah dan ibu Wisnu dating ke ruang tamu
menyambut Pak Gatot dan Bu lia.
Ayah
wisnu : “Bagaimana kabarnya pak?”
Pak
Gatot : “Alhamdullilah baik pak.”
Ibu wisnu : “ada masalah apa pak? kok sampai datang ke rumah saya, memang
ada masalah dengan si wisnu?”
Pak
gatot : “oh,tidak bu, justru wisnu
adalah anak paling berprestasi di sekolah.”
Ayah
wisnu : “Syukurlah kalau begitu pak. Lantas
ada masalah apa pak?”
Pak Gatot : “Kita langsung saja ke pokok permasalahan, Wisnu menyampaikan bahwa
ia ingin mendaftar di UGM Yogyakarta, tetapi tidak di restui oleh Bapak dan Ibu.
Apakah betul Bapak dan Ibu tidak mengijinkan wisnu untuk kuliah di UGM?”
Ayah wisnu : “Begitu rupanya. Langsung saja saya jawab ya pak. Alasan kami
tidak memperkenankan wisnu untuk berkuliah di UGM dikarenakan oleh tempat yang
jauh dan juga biaya kuliah yang mahal.oleh karena itu kami tidak mengizinkan Wisnu
untu melanjutkan kuliah di UGM.”
Ibu wisnu : “Betul pak,sebenarnya kami juga khawatir kalo terjadi apa apa
dengan Wisnu dikarenakan tempatnya yang jauh.”
Pak gatot : “Begini Pak, Bu. Sangat disayangkan jika wisnu tidak melanjutkan
kuliah, karena Wisnu adalah anak yang berprestasi di sekolah dan kebetulan
wisnu mendapatkan beasiswa untuk kuliah disana serta biaya untuk penginapan
juga. Bagaimana Pak Bu?”
Ayah wisnu dan ibu wisnu terdiam sebentar untuk memikirkan
hal tersebut. Setelah itu mereka mengeluarkan keputusan.
Ayah wisnu : “Baiklah pak bu, ini adalah rezeki yang besar sekali karena biaya
mahal untuk kuliah sudah hilang, jadi saya mengizinkan anak saya untuk
berkuliah di UGM Yogyakarta.”
Mendengar perkataan tersebut Wisnu langsung memeluk kedua
orang tua nya beserta gurunya.
Wisnu : “Terima kasih pak bu, sudah membantu saya dalam masalah
ini, terima kasih juga ayah dan ibu karena telah mengizinkan saya untuk kuliah
di UGM.”
Akhirnya wisnu tetap bisa melanjutkan cita citanya untuk
berkuliah di UGM Yogyakarta dengan bantuan beasiswa yang di fasilitasi
sekolahnya. Tak lama kemudian, Pak gatot, Bu lia dan Andi pun beranjak pergi
untuk pulang ke rumah masing masing.
Selesai
Komentar
Posting Komentar