Tarhib Ramadhan

1. Pengertian Tarhib Ramadhan
Sepuluh tahun yang lalu, istilah Tarhib Ramadhan belum dikenal secara meluas oleh masyarakat Islam di Indonesia. Sekarang, istilah Tarhib Ramadhan sudah sedimikian akrab di hati umat Islam Indonesia. Apa itu Tarhib Ramadhan? Setiap tahun menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam mengadiri kegiatan bernama Tarhib Ramadhan. Kata tarhib berasal dari akat kata yang sama dengan kata Marhaban yang artinya selamat datang atau welcome. Maka Tarhib Ramadhan berarti Selamat Datang Ramadan atau Welcome Ramadhan.

 Seorang muslim perlu membangun sikap positif dalam menyambut kedatangan bulan suci yang sangat istimewa, yaitu Ramadhan. Bahkan berdasarkan sebuah hadis Nabi Muhammad SAW, biasanya sejak dua bulan sebelum datang Ramadhan sudah melantunkan doa kepada Allah SWT. dalam rangka Tarhib Ramadhan  atau welcoming ramadhan. Nabi Muhammad SAW apabila memasuki bulan Rajab selalu berdoa:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ 
Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikan (pertemukan) kami di bulan Ramadhan (HR Ahmad Nomor 2228) 

Bulan Rajab, Sya'ban dan Ramadhan merupakan bulan ketujuhm, kedelapan dan kesembilan dari sistem kalender Hijriyah bagi umat Islam. Hadis di atas mengisyaratkan bahwa Nabi SAW. memiliki kebiasaan menyambut kedatangan Ramadhan dua bulan sebelumnya, Artinya, Nabi Muhammad SAW ingin menggambarkan betapa istimewanya bulan Ramadhan, sehingga dua bulan sebelumnya seorang muslim sudah mulai mengkondisikan diri untuk menyambut Ramadhan lewat doa seperti di atas.

Mengapa Ramadhan dipandang sebagai bulan istimewa? Beberapa hadis berikut menunjukan bahwa bulan suci Ramadhan adalah bulan istimewa, antara lain:

A. Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan-setan diblenggu.
B. Dikabulkan segala bentuk doa
C. Puasa menjadi tameng
D. Puasa dapat memberi syafa'at bagi pelakunya
E. Menjadi calon penghuni surga Royyan
F. Terdapat malam kemulyaan (lailatul Qadar)

2. Tujuan Tarhib Ramadhan
a. untuk mempersiapkan diri dengan kondisi yang baik dalam memasuki bulan suci Ramadhan
b. untuk dapat melakukan semua jenis ibadah selama bulan suci Ramadhan
c. untuk menjadikan peluang terbaik sebagai hamba Allah 
d. untuk menempa diri menjadi seorang muttaqin sejati

3. Tata cara melakukan tarhib Ramadhan
a. membentuk kepanitiaan
b. menyusun tugas panitia
c. menyusun skenario acara

4. Kendali pelaksanaan Tarhib Ramadhan
Agar pelaksanaan kegiatan Tarhib Ramadhan  dapat terlaksana dengan baik, maka perlu dibentuk kepanitiaan sesuai kebutuhan. Paling tidak, kepanitiaan tersebut mencakup pembina, ketua, sekretatis, bendahara, dan dibantu oleh beberapa seksi sesuai kebutuhan, seperti, seksi kesekretariatan, seksi perlengkapan, seksi  konsumsi, seksi dana, dan lainnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkaca Sebelum Menghina!

Hukum Ohm

Otak, Akal, Pikiran